Tuesday, March 24, 2009

SAATNYA BERTINDAK UNTUK LINGKUNGAN

SAATNYA BERTINDAK UNTUK LINGKUNGAN

Ironis. Barangkali itulah istilah yg tepat melihat kondisi linkungan sekarang ini. Ya, bagaimana tidak? Di satu sisi sebagian orang berusaha menyelamatkan linkungan dengan berbagai macam cara. Namun, disisi lain ada juga orang-orang yang masih tidak terlalu peduli dengan linkungan sekitar. Nah, kira-kira Anda termasuk kelompok yang mana?

Berbicara masalah isu lingkungan hidup memang tidak ada habisnya. Salah satu isu yang sering didengungkan orang-orang adalah isu mengenai Global Warming (pemanasan global). Sayangnya, beberapa orang ada yg menganggapnya hanya sebagai isu belaka. Jadi, mereka hanya menyetujui dalam hati tanpa ada tindakan langsung sebagi pembuktiannya.

Sebagi contoh, berapa banyak orang yang menyatakan setuju menentang segala macam perusakan lingkungan ? jawabannya mungkin sangat banyak orang yang setuju.

Namun, ketika ditanya apakah mereka sudah ikut berpartisipasi melakukan sesuatu untuk menjaga lingkungan ? jawabannya mungkin belum tentu. Padahal menghemat energi dapat dilakukan mulai dari hal yang kecil terlebih dulu. Hal ini sudah mulai dilakukan oleh Dimas (24), salah seorang pegawai swasta di Jakarta. "untuk memulai sesuatu yg besar perlu dilakukan dari hal yg kecil terlebih dahulu" ujarnya.

Oleh sebab itu, kebiasaan-kebiasaan kecil seperti mematikan lampu ketika tidak digunakan dapat menjadi salah satu gerakan menghemat energi. Senada dengan Dimas, Nia Christina (23), salah seorang pengajar swasta di Jakarta mengungkapkan, bahwa gerakan menghemat energi perlu ditanamkan sejak dini. Oleh sebab itu, tidak heran jika murid-murid di sekolah terbiasa mengikuti program menanam pohon dan berbagai macam gerakan hemat energi.

"beberapa contoh langkah menumbuhkan kesadaran gerakan hemat energi ini adalah dengan cara menempelkan kertas-kertas yg mengajak untuk mneghemat energi di tempat-tempat seperti keran air dan sklar lampu. Contoh tulisan dalam kertas ini berisi: 'tolong gunakan saya dengan bijak' yang tertera di atas keran air".

Gerakan hemat energi memang dapat dilakukan dimana saja. Tidak hanya di rumah, kebiasaan hemat energi ini pun dapat dilakukan di lingkungan sekitar. Bagi pekerja kantor, gerakan hemat energi dapat dilakukan dengan cara yang cukup mudah. Salah satunya adalah dengan menghemat penggunaan kertas ketika mencetak dokumen di printer.

Selain itu, beberapa perusahaan pun telah menerapkan prinsip hemat energi di berbagai macam peralatan elektroniknya.



HEMAT LISTRIK

Salah satu peralatan elektronik yang mengkonsumsi listrik cukup besar adalah :


AC (Air Conditioning)

Biasanya, orang-orang mengatasinya dengan cara menggunakan AC pada jam-jam tertentu saja. Sebenarnya ada cara yang lebih efektif lagi untuk menghemat energi listrik, yaitu ; kebiasan orang menyalakan AC dengan tingkat temperatur paling dingin sekitar 16°C, semakin dingin temperaturnya semakin besar konsumsi listrik yg diperlukan.

Sebenarnya kita cukup dengan temperatur 20°-25°C kondisi ruangan sudah cukup nyaman.


Refrigerator ( Lemari Pendingin/Es )

Lemari Pendingin, secara garis besar komponen mesin hampir sama dengan AC yang mempunyai fungsi sebagai pengatur temperature, hanya saja temperature lemari pendingin meliputi luasan ruang yg lebih sempit & berguna untuk tempat penyimpan bahan makanan dan juga alat pembuat es. Penghematan listrik untuk lemari pendingin tidak jauh beda dengan AC, yaitu dengan mengaktifkan temperature yg lebih tinggi dan jangan pernah sering membuka atau membiarkan pintu lemari es terbuka, karena mesin pendingin akan membutuhkan energi listrik.


Televisi

Biasanya kita mematikan televisi dengan remote dalam posisi stanby, dan televisi mati tapi tetap mengkonsumsi listrik, walaupun tidak besar tapi cukup boros bila kita komulatifkan dalam jangka 1 bulan atau 1 tahun.

Lebih baik kita mematikan televisi via tombol On/Off yang terdapat di televisi.



Secara umum, peralatan listrik rumah tangga yang tidak kita gunakan lebih baik kita lepaskan dari stopkontak, krn walaupun alat tersebut mati tapi masih terhubung oleh stopkontak, arus listrik masih akan terus mengalir dan membuat tagihan listrik kita mahal.

No comments: