KENALI “SICK BUILDING SYNDROME”
Apakah yg di maksud dgn sick building syndrome (SBS)?
SBS merupakan keluhan dan kumpulan permasalahan kesehatan yg timbul berkaitan dgn waktu yg dihabiskan dalam suatu bangunan dan berhubungan dengan kualitas udara dl lingkungan.
Gejala yg ditimbulakn tdk spesifik, seperti sakit kepala, iritasi mata, badan cepat letih, perut terasa kembung, hidung berair, tenggorokan gatal, kesulitan dlm konsentrasi, kulit terasa kering serta batuk kering yang tdk kunjung sembuh.
Penyebab dari SBS antara lain, kualitas udara dalam ruang tercemar oleh radikal bebas (bahan kimiawi) yg berasal dari dalam maupun luar ruangan. Contohnya, tercemar oleh mikroba ataupun disebabkan karena ventilasi udara yg kurang baik. Penyebab lainnya adalah polutan yg bias mencemari ruangan, misalnya asap rokok, ozon yg berasal dari mesin fotocopy & printer; volatile organics compounds yg berasal dari karpet, perabotan cat, bahan pembersih, debu, carbon monoxide, formaldehyde, dll.
“Akumulasi rdikal bebas tsb tanpa kita sadari dapat menimbulkan berbagai penyakit. Radikal bebas ini dapat menyebabkan penyakit jangka panjang & jangka pendek. Jangka panjang berupa penyakit kronis seperti kanker, jantung koroner, sedangkan jangka pendek menyebabkan kerusakan sel-sel daya tahan tubuh sehingga kita mudah terserang penyakit”, kata dr Handy Purnama, Medical Marketing Manager Bayer Healthcare Consumer Care.
Dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan oleh SBS adalah, berbagai gangguan saluran pernapasan, seperti, pneumonia, paru-paru, jantung, dan penyakit kronis lain adalah gagal ginjal, gangguan system reproduksi, system syaraf, kanker penurunan usia, harapan hidup, dan penyakit paru serta jantung.
“Resiko menderita gangguan SBS terkait erat dengan factor lingkungan yg menjadi media pencemaran fisik, kimia, biologis, dan radiasi dimana kita kontak relatif lama terjadi. Terutama di tempat kerja, factor resiko lingkungan tersebut akan kontak, dengan karyawan paling tidak 8 jam sehari, sehingga peluang resiko untuk jangka panjang dan mengalami SBS akan semakin besar” kata Dr. Budi Haryanto, PhD, Msc dari IAKMI/FKM-UI.
Paparan radikal bebas memang sulit untuk dinihari. Olehkarena itu, dibutuhkan asupan antioksidan yg bisa menangkal radikal bebas berlebih didalm tubuh. Salah satu asupan antioksidan yg bisa anda pilih adalah suplemen nutrisi antioksidan yg diperkaya Vitamin C, E, Zinc dan Selenium.
Kompas, 18/maret/2009 (hal.35 Kilas Kesehatan)
No comments:
Post a Comment