Saturday, January 25, 2014

IKUT MADZHAB SIAPA ??

A : Sampeyan ikut madzhab siapa, Mas ??
B : Ah, saya orangnya netral kok, Pak. Saya tidak ikut madzhab siapa-siapa. Yang penting dalilnya shahih, pengambilan hukumnya benar, maka pendapat dari madzhab yang mana saja akan saya ikuti.

A : Lhoooo, tidak bisa begitu. Dalam beragama ini kita harus bermadzhab, Pilihlah salah satu.
B : Oh begitu, Kalau boleh tahu, apa dalilnya dalam beragama ini kita harus bermadzhab, Pak ??

A : Yaaaa, Dalil langsung sih tidak ada. Itu hanya konsekuensi saja. Soalnya kalau kita tidak bermadzhab, kita akan kesulitan memahami Al-Qur'an dan Hadits. Kita ini kan bukan Ulama. Jadi harus meruju' pada madzhab tertentu untuk bisa mengerti ajaran-ajaran Islam.
B : Tidak begitu kok, Pak. Saya memang tidak taklid dengan madzhab tertentu. Saya juga tidak berpegang dengan satu madzhab tertentu. Tapi bukan berarti saya memahami Al-Qur'an dan Hadits dengan pemahaman saya sendiri lho. Saya tetap meruju' pada penjelasan para Imam dalam Islam. Bukan hanya 4 Imam saja, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad; tapi juga Imam-imam yang lain. Biasanya penjelasan para Imam itu sudah diintisarikan oleh para Ulama dalam kitab-kitab mereka, sehingga sangat memudahkan bagi umat Islam untuk memahami ajaran-ajaran Islam.

A : Lha memangnya kenapa to sampeyan kok tidak mau memegang satu madzhab tertentu ?? Memangnya itu salah ??????
B : Bukan masalah salah atau tidak salahnya, Pak. Tapi masalahnya Islam ini melarang kita untuk taklid dan fanatik pada satu figur tertentu kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Sementara, kenyataan yang sering terjadi, kalau orang sudah berpegang dengan madzhab tertentu, maka dia akan taklid dan fanatik habis-habisan dengan madzhab itu. Tidak perduli meskipun ada ajaran dalam madzhab tersebut yang sebenarnya bertentangan dengan hadits Nabi yang shahih, atau bahkan tidak sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an.
Misalnya orang taklid sama Madzhab Syafi'i, maka akan dibela mati-matian meskipun tidak sesuai dengan petunjuk Nabi. Atau orang yang fanatik dengan madzhab Ahmad, maka dia akan kekeuh dengan madzhab Ahmad meskipun bertentangan dengan hadits yang shahih.
Ini semua tentu tidak boleh. Soalnya Nabi kita kan bukan Imam madzhab ya Pak, tapi Nabi kita adalah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

A : Wah, betul juga ya. Terus, bagusnya gimana ya ??
B : Alangkah baiknya kita bersikap netral. Tidak fanatik dengan madzhab ini atau itu. Kita beragama sesuai dengan dalil yang shahih.
Keuntungannya, kita bisa memilih mana dari ajaran madzhab-madzhab itu yang sesuai petunjuk Kitabullah dan Sunnah Nabi.
Misalnya dalam suatu perkara madzhab Hanbali yang cocok dengan Sunnah Nabi, ya itu yang kita ambil. Atau misalnya dalam perkara lain madzhab Syafi'i yang cocok dengan hadits yang shahih, ya itulah yang kita jalani. Begitu pula dengan madzhab Hanafi atau Maliki. Jadi enak, kita tidak jumud alias monoton. Keilmuan dan wawasan kita terus berkembang karena kita memiliki ruang beragama yang luas, tidak dibatasi oleh satu ruang madzhab tertentu.

A : Masyaa Allaah, saya kok baru nyadar ya. Jadi kesimpulannya apa ya ??
B : Kesimpulannya, orang yang taklid dengan yang tidak taklid dengan suatu madzhab memiliki kesamaan dan perbedaan.
Kesamaannya adalah, bahwa keduanya sama-sama memiliki peluang untuk mempelajari dan mengamalkan suatu madzhab.
Perbedaannya, kalau orang yang taklid, dia tidak mau tahu madzhabnya sesuai atau tidak dengan hadits Nabi. Kalau tidak madzhab itu tidak mau. Sehingga dia seolah lebih mendahulukan ajaran madzhab daripada petunjuk Nabi.
Sedangkan orang yang tidak taklid, dia tetap mempelajari madzhab, tapi secara umum. Dia memilah memilih. Mana yang paling sesuai dengan hadits shahih serta kandungan Al-Qur'an, itulah yang dia pegang. Jadi dia tetap mendahulukan petunjuk Nabi sebagai petunjuk yang pertama dan utama. Khazanah keilmuannya akan terus berkembang karena dia bisa bergerak kemana saja mempelajari madzhab ini dan itu, kemudian mencocokkannya dengan hadits-hadits yang shahih serta nilai-nilai Kitabullah. Ini semua tentu tetap dengan bimbingan para Ulama lho, bukan dengan pemahaman kita sendiri.
Makanya, inilah sebabnya mengapa kita harus belajar agama kepada para Ulama, atau kepada murid-muridnya para Ulama. Kita bisa belajar di pesantren-pesantren. Kalau tidak bisa nyantri, kita bisa hadir di kajian-kajian atau majelis ilmu yang alhamdulillah saat ini sudah banyak dimana-mana. Dari pesantren atau majelis ilmu itulah kita bisa mengetahui, ini loh hadits Nabi yang shahih, dan madzhab ini loh yang sesuai dengan hadits tersebut; sehingga inilah yang semestinya diamalkan. Begitu, Pak...

A : Subhaanallaah.. Syukron atas pencerahannya ya Mas. Saya baru mudeng sekarang.
B : Sama-sama, Pak. Alhamdulillaah bifadhlillaah.
[Taken and edited from : Ust Ammi Aac]
""""""""

Tambahan dari Admin :
Ketahuilah saudaraku yang saya cintai dan yang saya muliakan, semoga Allahu Ta'ala membimbing serta merahmati kita semua.
Bahwasanya menolak atau mengingkari 1 (satu) hadits saja dari Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam bisa menyebabkan kita terjatuh dalam perkara kekafiran, ia dapat keluar dari Islam jika hujjah telah tegak kepadanya.
Namun, jika kita menolak perkataan, ucapan, pendapat, serta ketetapan dari seseorang yang memang menyelisihi Kitabullah wa Sunnah Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam, maka : Kita tidak berdosa, bahkan itu dibenarkan oleh sang pembuat syari'at Allah Tabaroka wa Ta'ala [Lihat surat an-Nisaa' ayat 59]

Jadi, menolak atau istilah bahasa halusnya tidak mengikuti ucapan atau pendapat imam madzhab yang kurang kuat atau tidak cocok dengan Kitabullah wa Sunnah Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam, bukanlah berarti kita tidak menghormati dan tidak menghargainya dan seterusnya, bukan begitu.
Akan tetapi, dengan kita tidak mengambil atau mengikuti ucapan, perkataan, serta pendapatnya yang tidak mencocoki dalil dari al-Qur'an dan As-Sunnah, adalah justru suatu penghormatan kepada para Imam dan para Ulamaa' tsb !! OLEH KARENA ITU, JIKA ADA SAUDARA KITA YANG TIDAK MENISBATKAN DIRI PADA SALAH SATU MADZHAB, TIDAK MENGINGATKAN DIRI HANYA PADA SATU MADZHAB, TIDAK FANATIK PADA SALAH SATU IMAM MADZHAB, MAKA BUKAN BERARTI IA ANTI TERHADAP MADZHAB !!
Kenapa ??? Sebab : Mereka (para Ulamaa') sendiri lah yang menganjurkan untuk meneliti semua ucapan, perkataan, dan pendapat yang menyelisihi al-Kitab wa Sunnah Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam dan melarang taklid buta kepada mereka apabila telah tegak dalil kepadanya !!
Dan hal ini akan sulit dilakukan jika kita malah taqlid buta dan fanatik hanya pada salah satu Imam atau madzhab saja, karena fanatik pada salah satu madzhab saja tentu hanya akan mengikuti pendapat dari madzhab tsb, tanpa mau tahu bagaimana pendapat yang lain, bahkan terkadang tanpa mau tahu apakah pendapat yang ia ikuti dan ia bela-bela tsb cocok atau tidak dengan dalil, asalkan pendapat itu dari madzhabnya maka dianggapnya pasti benar dan diikuti begitu saja bahkan mati2an dibela.
Mari kita perhatikan para ulama kita yang justru menganjurkan kepada pengikutnya untuk mengikuti dalil (al-Qur'an dan As-Sunnah), serta melarang mengikuti perkataannya jika tidak sesuai dengan keduanya dan justru menganjurkan untuk mengikuti al-Qur'an dan As-Sunnah yang Shahiih jika memang ucapannya bersebrangan dengan dalil :
Imam Abu Hanifah rahimahullaahu ta'ala berkata :
"Tidak halal bagi seseorang mengambil perkataan kami selama ia belum mengetahui dari mana kami mengambilnya." (I'laamul Muwaqqi'iin, III/488)

Beliau rahimahullaahu ta'ala juga berkata :
"Apabila suatu hadits itu shahih, maka itulah madzhabku." (Iiqaazhul Himam, hal. 62)

Imam Malik rahimahullaahu ta'ala berkata :
"Sesungguhnya aku hanya seorang manusia, terkadang aku benar dan terkadang salah.
Maka lihatlah pendapatku, setiap pendapatku yang sesuai dengan Al-Kitab (baca : al-Qur'an) dan As-Sunnah (baca : hadits) maka ambillah, dan setiap yang tidak sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah maka tinggalkanlah." (Jaami'Bayaanil'Ilmi wa Fadhlihi, I/775, no. 1435, 1436)

Imam asy-Syafi'i rahimahullaahu ta'ala berkata :
"Setiap orang pasti terlewat dan luput darinya salah satu Sunnah (baca :hadits)
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam. Apapun pendapat yang aku katakan atau prinsip yang aku tetapkan (baca : katakan) kemudian ada hadits dari Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, yang ternyata bertentangan dengan pendapatku, maka apa yang disabdakan Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam itulah yang diambil. Dan itulah yang menjadi pendapatku." (Manaaqib al-Imam asy-Syafi'i, I/475, dan I'laamul Muwaqqi'iin,IV/46 - 47)

Beliau rahimahullaahu ta'ala juga berkata :
"Setiap yang aku ucapkan, namun ada hadits Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam yang shahih menyelisihi pendapatku, maka hadits Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam itulah yang lebih patut diikuti. Maka janganlah kalian taklid kepadaku." (Manaaqib al-Imam asy-Syafi'i,I/473, dan I'laamul Muwaqqi'iin, IV/45 - 46)

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullaahu ta'ala berkata :
"Kalian tidak boleh taklid kepadaku, tidak boleh juga taklid kepada Malik, Syafi'i, al-Auza'i, dan ats-Tsauri, tetapi ambillah darimana mereka mengambil." (I'laamul Muwaqqi'iin, III/469)

Lihatlah wahai saudaraku, begitu indah perkataan para imam-imam kita yang menyeru untuk mengikuti dalil, nash, hujjah, dan menolak semua pendapat jika menyelisihi al-Qur'an dan As-Sunnah, serta justru melarang untuk taklid buta terhadap seseorang yang dikhawatirkan akan membuatnya buta dari kebenaran. Mereka semua berkata tidaklah dengan hawa nafsunya akan tetapi mereka semua rahimahumullaahu ta'ala berkata berdasarkan ilmu dan:ketakwaannya untuk mengikuti dalil.
Sebab : Agama Islam tegak dengan dalil.
Islam adalah agama dalil.
Hanya pada Allah kita memohon petunjuk.
Read more : http://khansa.heck.in/ikut-madzhab-siapa.xhtml

Monday, January 20, 2014

THE POWER OF MIND

"Anda adalah apa yang anda pikirkan” itulah istilah yang sering kita dengar.
Dalam tubuh kita ada dua unsur yang sangat berperan besar dalam kehidupan yaitu unsur fisik dan non fisik, unsur fisik tubuh kita dan nonfisik adalah pikiran kita dan kedua unsur ini saling melengkapi satu sama lain untuk bekerja.
Pernahkah kita memikirkan betapa kuatnya pengaruh pikiran dalam hidup kita?
hampir semua hidup kita adalah hasil pilihan yang ada di pemikiran kita.
Jangan pernah underestimate dengan kekuatan pikiran kita, karena apa yang kita pikirkan bisa saja terjadi maka pikirkan lah yang baik atau positif bagi diri kita.
Bayangkan bila anda banyak memikirkan negatif dan kan menghasilkan output negatif pula pada diri anda. Kebanyakan manusia didunia hanya menggunakan potensi pikiran yang telah diberikan Tuhan kepadanya hanya sedikit saja dan kebanyakan orang-orang sukses mempunyai pikiran yang besar untuk keberhasilannya.
"Hidup kita adalah seperti apa yang diciptakan oleh pikiran kita, oleh karena itu binalah pikiran kita supaya dapat menciptakan hidup secara wajar dan mengagumkan"
"Hidup kita adalah seperti apa yang diciptakan oleh pikiran kita, oleh karena itu binalah pikiran kita supaya dapat menciptakan hidup secara wajar dan mengagumkan"
“Berpikir sesaat itu lebih baik dari pada beribadah setahun”
“Kekuatan memikirkan sesuatu menguasai segala-galanya, ia menciptakan keindahan dan kebahagiaan yang menjadi segala-galanya di dunia ini”
“Kuasailah jalan Pikiranmu maka Anda akan sanggup melakukan apapun dengan pikiran Anda”
“Kita perlu berusaha lebih serius membuang Pikiran-pikiran yang negatif dari benak kita, dari pada membuang tumor dari tubuh kita”
"Manusia besar ialah mereka yang mengetahui Pikiran mengusai dunia"
“Biasanya orang menilai sesuatu dari apa yang dilihatnya. Semua orang mempunyai mata tetapi jarang yang mempunyai ketajaman pikiran”
“Hati-hatilah dengan Pikiranmu, karena Pikiran dan angan-angan itu pada suatu saat akan menjadi kenyataan”
“Banyak orang pergi ke dokter, tidak memerlukan obat tetapi hanya perlu adanya perubahan Pikiran”
“Pikiran yang kreatif akan selalu hidup, walaupun dalam keadaan yang buruk”
“Orang yang tidak mau mengembangkan kebiasan berpikir, akan kehilangan kenikmatan hidup yang paling besar”

BAGAIMANA MENJADI INDIVIDU YG BERPOTENSI???

1. Ikut Ambil Bagian dalam Sesuatu yang Anda Minati
–Anda bisa mengikuti kegiatan apapun. Anda bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan yang bersifat religius, bergabung dengan kelompok yang mendukung tujuan tertentu, atau menapaki karir anda dengan tekun. Dalam setiap kegiatan yang anda pilih, hasil psikologis yang diraih mempunyai sifat sama.
Anda ikut ambil bagian sepenuhnya dalam kegiatan yang anda minati. Kegiatan semacam ini akan memberikan kebahagiaan dan makna dalam kehidupan anda.

2. Habiskan Waktu Bersama Teman-Teman dan Keluarga
– Kehidupan yang bahagia adalah kehidupan yang anda lalui bersama teman-teman dan keluarga. Semakin kuat hubungan pribadi yang anda miliki serta semakin kerap interaksi bersama teman-teman dan keluarga, maka semakin bahagia pula anda.

3. Pikirkan Hal-hal yang Positif
– Seringkali orang terlalu berkonsentrasi pada hal-hal negatif dan tidak menyisakan waktu untuk merefleksikan hal-hal yang berhasil mereka raih secara positif.
Merupakan hal yang alami bagi seseorang untuk mengkoreksi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka dan memfokuskan diri mereka pada hal tersebut, namun harus terdapat keseimbangan dalam menempatkan diri anda. Sangatlah penting untuk merefleksikan hal-hal baik yang anda peroleh sementara anda mengkoreksi hal-hal yang buruk. Mengingatkan diri anda terus menerus terhadap kesuksesan pribadi yang anda raih setiap harinya akan memiliki dampak positif yang sangat berarti dalam kebahagiaan emosional anda.

4. Gunakan Sumber Daya yang Anda Miliki
– Orang rata-rata biasanya merasa kagum ketika mereka melihat seseorang yang memiliki kekurangan fisik memperlihatkan tanda-tanda kebahagiaan secara emosional.
Bagaimana mungkin seseorang yang berada dalam kondisi fisik seperti itu bisa terlihat begitu bahagia? Jawabannya terletak pada bagaimana mereka menggunakan sumber daya yang mereka miliki. Stevie Wonder tak bisa melihat, jadi ia menggunakan kemampuan mendengarnya dalam dunia musik, dan ia sekarang memiliki 25 piala Grammy sebagai bukti.

5. Ciptakan Akhir yang Bahagia Setiap Waktu
– Kekuatan dari akhir merupakan sesuatu yang mengagumkan. Akhir dari sebuah pengalaman yang dialami seseorang dapat mengubah persepsi keseluruhan orang tersebut. Bayangkan anda sedang membaca sebuah novel yang memprovokasi pikiran anda. Sekarang bayangkan bagian akhir dari novel tersebut ternyata sangat buruk.
Meskipun cerita nya sangat menegangkan hingga saat-saat menjelang akhir, apakah anda akan tetap merekomendasikan novel tersebut pada orang lain? Orang selalu mengingat bagian akhirnya. Jika bagian akhir tersebut berakhir bahagia, maka pengalaman tersebut juga menciptakan perasaan bahagia. Selesaikan apa yang sedang anda kerjakan, selesaikan dalam keadaan baik, dan ciptakan akhir yang bahagia dalam kehidupan anda jika memungkinkan.

6. Gunakan Kekuatan Pribadi Untuk Menyelesaikan Sesuatu
– Setiap orang memiliki kekuatan pribadi yang unik. Kita memiliki bakat dan keahlian yang berbeda. Kebahagiaan emosi akan datang secara alami pada mereka yang menggunakan kekuatan pribadinya untuk menyelesaikan sesuatu. Ketika anda berhasil mencapai sesuatu karena keahlian anda sendiri, maka penghargaan psikologis yang anda peroleh sangatlah bernilai.

7. Nikmati Setiap Kebahagiaan yang Anda Raih
– Hal-hal terbaik yang bisa anda nikmati di dunia ini sifatnya gratis. Hal-hal tersebut muncul dalam bentuk yang sederhana dan muncul di hadapan anda pada waktu dan tempat yang tidak bisa anda duga.
Kebahagiaan semacam ini diatur oleh alam dalam situasi tertentu dan ditangkap oleh panca indera kita. Momen semacam ini mungkin saja muncul saat anda sedang melihat pantulan sinar matahari terbenam dari sebuah kolam ketika anda sedang menggenggam tangan orang yang anda sayangi. Menyadari kemunculan momen-momen semacam ini akan menimbulkan kebahagiaan tak terduga dalam kehidupan anda.

JANGAN SIA-SIAKAN WAKTU MUDA KITA, BEKERJA DAN BELAJARLAH DGN KERAS DENGAN MENGINDAHKAN NORMA2 AGAMA DAN SOSIAL.

Sunday, January 12, 2014

13 WAKTU ISTIMEWA UNTUK BERDOA AGAR DIKABULKAN OLEH ALLAH SWT

"13 WAKTU ISTIMEWA UNTUK BERDOA AGAR DIKABULKAN OLEH ALLAH SWT"

1. KETIKA SAHUR DAN SEPERTIGA MALAM TERAKHIR
Allah SWT mencintai hamba-Nya yang mau berdoa pada sepertiga malam yang terakhir.
Allah SWT berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya :
"Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan." (Q.S. Adz-Dzariyat 18)
Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Allah SWT turun ke langit dunia dan akan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu.
Rasulullah SAW bersabda :
"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman : "Orang yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni." (H.R. Bukhari, Muslim)

2. KETIKA BERBUKA PUASA
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena di waktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan puncak ibadah puasanya, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana dalam Hadits berikut:
"Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan : Kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak." (H.R. Muslim)
Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
"Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terdhalimi." (H.R. Tirmidzi, Ibnu Hibban)
Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

3. KETIKA MALAM LAILATUL QADAR
Malam lailatul qadar adalah malam bertepatan dengan diturunkannya Al-Qur'an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah SWT : "Malam Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan." (Q.S. Al-Qadr 3)
Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa.
Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu'minin Aisyah r.a. :
"Aku bertanya kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?
Beliau bersabda :
"Berdoalah, Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
(Artinya : 'Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku." (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah))
Pada hadits ini Ummul Mu’minin 'Aisyah r.a. meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar.
Namun ternyata Rasulullah SAW mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan untuk memperbanyak doa, terutama dengan lafadz diatas.

4. KETIKA ADZAN BERKUMANDANG
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda :
"Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya.
Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang." (H.R. Abu Daud,)

5. DIANTARA ADZAN DAN IQAMAH
Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah SAW :
"Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak." (H.R. Tirmidzi)

6. KETIKA SEDANG SUJUD DALAM SHOLAT
Rasulullah SAW :
"Seorang hamba yang berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu." (H.R. Muslim)

7. KETIKA SEBELUM SALAM PADA SHOLAT
WAJIB
Rasulullah SAW :
"Ada yang bertanya : Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda : "Diakhir malam dan diakhir shalat wajib." (H.R. Tirmidzi)
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma'ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud "akhir sholat wajib" adalah sebelum salam.

8. KETIKA HARI JUM'AT
Rasulullah SAW bersabda :
"Rasulullah SAW menyebutkan tentang hari Jum'at kemudian beliau bersabda : "Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta." Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut." (H.R. Bukhari, Muslim)
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang paling kuat.

PENDAPAT PERTAMA : yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum'at berdasarkan hadits :
"Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum'at selesai." (H.R. Muslim).
» Pendapat ini diikuti oleh Imam Muslim, An-Nawawi, Al-Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al-Baihaqi.

PENDAPAT KEDUA : yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari.
Berdasarkan hadits :
"Dalam 12 jam hari Jum'at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah SWT pasti akan dikabulkan.
Carilah waktu itu di waktu setelah ashar." (H.R. Abu Daud).
» Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Pendapat ini juga yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

PENDAPAT KETIGA : yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum'at. Pendapat ini didasari oleh Hadits riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At-Thurthusi,
» Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat
ini.

PENDAPAT KEEMPAT : yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada.
Ibnu 'Abdil Barr berkata : "Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan". Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum'at tidak pada beberapa waktu tertentu saja.
» Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu 'Abdil Barr.

9. KETIKA TURUN HUJAN
Hujan adalah nikmat dan rahmat dari Allah SWT. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah SWT. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah SWT :
"Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun." (H.R Al-Hakim)

10. KETIKA HARI RABU ANTARA DHUHUR DAN ASHAR
Sunnah ini jarang diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Dhuhur dan Ashar pada hari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah r.a. :
"Nabi SAW berdoa di Masjid Al-Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu.
Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau.
Berkata Jabir : "Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya.
"Dalam riwayat lain disebutkan : Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Dhuhur dan Ashar." (H.R. Ahmad)

11. KETIKA HARI ARAFAH
Hari Arafah adalah hari ketika para Jama'ah Haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan untuk memperbanyak doa. Baik bagi jama'ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah SAW :
"Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah." (H.R. At-Tirmidzi)

12. KETIKA PERANG TENGAH BERKECAMUK
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, bakal diijabah oleh Allah SWT.
Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas :
"Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya.
Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang." (H.R. Abu Daud)

13. KETIKA MINUM AIR ZAM-ZAM
Rasulullah SAW bersabda :
"Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya." (H.R. Ibnu Majah)
Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa.
Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Saturday, January 4, 2014

SIAPA YANG DI DAHULUKAN

Ada sebuah perusahaan besar yang sedang mencari karyawan. Dalam tes tertulisnya, mereka hanya memberikan satu kasus untuk dijawab:
"Anda sedang mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir.

Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat.
Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian bis satu-satunya di daerah itu. Di perhentian bis itu, Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan bis:
* seorang nenek tua yang sekarat
* seorang dokter yang pernah menyelematkan hidup Anda sebelumnya
* seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda temukan.

Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng Anda. Siapakah yang akan Anda ajak? Dan, jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu!"

Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:

*Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalau dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup ke depannya masih panjang.
*Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. Tapi, kalau dipikir, kalau sekadar membalas budi bisa lain waktu kan?
Namun, kita tidak pernah tahu kapan kita akan mendapatkan kesempatan itu lagi.
*Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan, impian Anda akan kandas selamanya.

Jadi yang mana yang Anda pilih?

Dari sekitar 2000 orang pelamar, hanya 1 orang yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat:
"Saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua yang sedang sekarat tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tetap tinggal di sana dengan sang idaman hati saya untuk menunggu ada yang kembali menolong kami."

***
Ya, jawaban di atas adalah jawaban yang terbaik bukan? Tapi, kenapa sebagian besar hal tersebut tidak kita pikirkan sebelumnya?
Apakah karena kita terbiasa dengan tidak mau untuk melepas apa yang sudah kita dapatkan di tangan dengan susah payah?
Dan, bahkan berusaha meraih sebanyak-banyaknya?
Terkadang..., dengan rela untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki, melepaskan kekeras kepalaan kita, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yang lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10151860030405843&id=205591775842&refid=17

Wednesday, January 1, 2014

Ini Tidak Mungkin! Muhammad Pasti Menggunakan Mikroskop

DR. KEITH L. MOORE MSc, PhD, FIAC,FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

Dia menulis bersama profesor Arthur F. Dalley II, Clinically Oriented Anatomy, yang merupakan literatur berbahasa Inggris paling populer dan menjadi buku kedokteran pegangan di seluruh dunia. Buku ini juga digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.

Pada suatu waktu, ada sekelompok mahasiswa yang menunujukkan referensi al-Qur’an tentang ‘Penciptaan Manusia’ kepada Profesor Keith L Moore, lalu sang Profesor melihatnya dan berkata :

“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!”

Para Mahasiswa tersebut lalu berkata, “Prof, bukankah saat itu Mikroskop juga belum ada?”

“Iya, iya saya tau. Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini,” jawab sang profesor.

***
“Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan alaqoh (sesuatu yang melekat), lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya mahluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik” [QS. Al Mu'minuun: 13-14]

Jika di cermati lebih dalam, sebenarnya ‘alaqoh’ dalam pengertian Etimologis yang biasa di terjemahkan dengan ‘segumpal darah’ juga bermakna ‘penghisap darah’, yaitu lintah.

Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika Embrio berada pada tahap itu, yaitu 7-24 hari, selain seumpama lintah yang melekat dan menggelantung di kulit.

Embrio itu seperti menghisap darah dari dinding Uterus, karena memang demikianlah yang sesungguhnya terjadi, Embrio itu makan melalui aliran darah. Itu persis seperti lintah yang menghisap darah. Janin juga begitu, sumber makanannya adalah dari sari makanan yang terdapat dalam darah sang ibu.

Ajaibnya, Embrio Janin dalam tahap itu jika di perbesar dengan mikroskop bentuknya benar-benar seperti lintah. Dan hal itu tidak mungkin jika Muhammad sudah memiliki pengetahuan yang begitu dahsyat tentang bentuk janin yang menyerupai lintah lalu menulisnya dalam sebuah buku.

Padahal pada masa itu belum di temukan mikroskop dan lensa. Jelas itu adalah pengetahuan dari Tuhan, itu wahyu dari Allah SWT, yang Maha Mengetahui segala Sesuatu.

Ayat tersebutlah yang membuat sang profesor akhirnya memeluk agama Islam dan merevisi beberapa kajian ilmiahnya karena Al-Quran ternyata telah menjawab beberapa bagian yang selama ini membuat sang profesor gusar. Ia merasa materi yang ditelitinya selama ini terasa belum lengkap atau ada tahapan dari perkembangan Embrio yang kurang.

***
Artikel Biografi Dr. Keith L. Moore >>
http://goo.gl/OHjQW

Video Pernyataan Lengkap sang Profesor:

Embryology in the Qur’an by: Dr. Keith L. Moore >> http://goo.gl/8hS87
(Durasi 1 jam 12 Menit)

Video Biografi dan Wawancara Dr. Keith L. Moore >>
http://goo.gl/CE1mW
(Durasi 1 jam 8 Menit)

(Pizaro/Islampos/Zilzal/File Islam)